Categories
Blog

Teliti Memilih Benih Si Kumis

Konsumen tidak mementingkan strain lele apa yang mereka ma kan. Namun pemilihan benih ikan bernama ilmiah Clarias batrachus ini yang tepat bisa bikin kantong pembudidaya lebih tebal. Pembesaran “si kumis” ini umumnya mengguna kan benih berukuran 10-11 cm karena memperhitungkan hari panen. Jika menebar benih ukuran 7-8 cm, akan membutuh kan waktu panen yang le bih lama sehingga tidak efektif bagi para pelaku pembesaran.

Pilih Strain

Di samping pemberian pakan dan faktor lainnya seperti lingkungan budidaya, penggunaan benih berpengaruh besar terhadap usaha pembesa ran. Benih unggul yang relatif tahan terhadap penyakit atau bersifat adaptif akan memudahkan pemeliharaan di fase pembesaran. Selain itu, pelaku usaha juga diuntungkan sebab kebutuhan pakan yang rendah tapi kecepatan tumbuhnya optimal. Hartadi, Sales Manager Pakan Ikan PT Sinta Prima Feedmill meng utarakan, permasalahan utama budidaya lele bermula dari benih. Secara fisik agak sulit untuk membedakan benih berkualitas baik atau tidak. Karena hanya berbekal garansi dari pembenih yang menyatakan benih tersebut berkualitas bagus walaupun secara morfologi tetap sama.

Hartadi berpendapat, selama ini kurang ada perhatian terhadap standar kualitas benih. “Mungkin sudah ada per usahaan yang tertarik menangani supaya bisa dipastikan variabel benihnya tidak masalah namun belum banyak. Karena secara teknis dan menilik profit belum begitu besar serta belum ada keberanian berinvestasi serius untuk bergerak menangani benih,” tuturnya. Benih harus ditangani oleh orang atau perusahaan khu sus sebab ilmu tentang benih agak sulit untuk petani biasa. Sejauh ini ada beragam strain unggul lele yang menjadi pilihan pembudidaya dan diklaim unggul, yaitu Sang kuriang, Dumbo, dan Masamo. Masingmasing strain itu menawarkan keunggulan dan pasarnya sendiri, seperti per tumbuhan yang cepat, Feed Conver sion Ratio (FCR – nilai konversi pakan) rendah, keseragaman tinggi, dan toleran terhadap penyakit.

Gunakan Strain Unggul

Budidaya yang baik diawali dengan pemilihan strain unggul. Marupudin, pembudidaya lele asal Parung, Bogor, Jabar, mengatakan, hasil panen akan lebih optimal bila didukung penggunaan strain unggul. Maung, sapaan akrabnya, mengungkapkan, benih sehat dengan tingkat keseragaman tinggi dapat menunjang optimalisasi dari awal. “Supaya hasil budidaya tetap optimal, saya mulai dari pemilihan strain benih,” terangnya ketika dijumpai di Desa Duren Seribu, Depok, Jabar. Mohammad Kohar pun sepakat dengan Maung. Pembudidaya lele kawakan asal Desa Banjarsari, Sidoarjo, Jatim, ini mengaku menebar strain Masamo untuk usaha pembesaran karena mem punyai keunggulan tersendiri.

Hasil persilangan strain unggul ini, menurut dia, memiliki efisiensi pakan yang bagus. Meski begitu, Ir wan Hermawan, pemilik agen penjualan lele PD Jumbo Bangun Mandiri Farm di Kec. Gunung Sindur, Parung, Bogor, Jabar, menjelaskan, pentingnya pemilihan strain hanya berlaku di kalangan pembudidaya saja. Pasalnya, penggunaan benih unggul untuk mempercepat masa panen. ”Kalau sudah di pasar, sama saja. Pasar nggak melihat itu. Tidak ada perbedaan untuk dikonsumsi. Yang penting keseragaman ukuran,” katanya saat ditemui AGRINA belum lama ini di kantornya