Categories
Blog

Aplikasi Dingin yang Menguntungkan

Produk pertanian, peternakan, dan perikanan seperti sayuran, buah, ayam, ikan, dan daging ber sifat mudah rusak (perishable). Beragam produk tersebut, ujar Ardi Wijaya, Vice President Adib Food, harus dijaga temperaturnya agar tidak ada perubahan mutu sejak dipanen hingga tiba di tangan konsumen. Dengan demikian, rantai dingin seperti mobil dan gudang berpendingin (cold storage) mutlak diperlukan untuk menjaga kualitas produk yang dihasilkan. Tidak hanya sebatas itu, ada nilai lebih yang bisa diperoleh produsen dan konsumen dengan menerapkan rantai dingin.

Manfaat Rantai Dingin

Selain menjaga kualitas produk, rantai dingin juga memberi manfaat di sisi ekonomi. Saat panen raya, pasar komo ditas kelebihan pasokan. “Tanpa ada nya satu sistem penyimpanan, berarti barang harus secepat mungkin ter jual. Otomatis harga akan turun, tidak bisa terjaga,” kata Ardi. Jika ada satu gudang penyimpanan, sambungnya, produk hasil panen bisa disimpan dulu. “Bisa diatur cara pendis tribusian atau pengeluaran barang se cara bertahap sesuai permintaan. Menjembatani antara supply dan demand supaya keseimbangan (harga)-nya ada.

Jadi, nggak tiba-tiba oversuplai, harga anjlok,” imbuh dia. Secara nasional, ulas Jimmi Krismiardhi, CEO Adib Food, membuat disparitas harga antardaerah tidak terlalu tinggi karena masalah kesenjangan permintaan dan penawaran. Apalagi, lanjut Jimmi, kebutuhan rantai dingin semakin tinggi karena penduduk perkotaaan (urban) sudah naik komposisinya dibandingkan penduduk pedesaan (rural). “Tahun 2018 diprediksi penduduk Indonesia 60% urban,” ucapnya. Masyarakat urban ini le bih kritis terhadap makanan sehat dan berkualitas. “Dia memastikan barang (makanan) itu dalam keadaan fresh (segar). Untuk menghasilkan barang awet, kualitasnya bagus, butuh lo gistik dengan temperatur terkontrol,” imbuh dia. Di samping itu, produk makanan dan minuman atau bahan baku yang menerapkan sistem refrigerasi lebih terjamin higienitas dan kehalalannya. Misalnya, ayam beku sebelumnya dipotong di rumah pemotongan unggas (RPU) yang tersertifikasi.

Dari RPU, ayam dikirim ke ruang pembekuan cepat (blast freezer) dan cold storage meng gunakan mobil berpendingin. Hingga menuju konsumen, ayam yang sudah beku ini kembali dibawa dengan mobil berpendingin. “Kalau ayam, ya dipotong lalu masuk blast freezer dulu, lantas ke cold storage. Yang mereka (peternak) perlukan adalah blast freezer,” ujar Adison Saputera, pemilik PT Asia Panelmas Indonesia, pemasok panel sandwich di Jakarta. Ayam harus segera dibekukan maksimal 8 jam setelah proses pemotongan agar kualitasnya tetap terjaga. “Beku sampai ke dalam. Suhunya minus 40°C. Dan di penyimpanan, suhunya18o C sampai -20o C,” tambahnya.